Monday, November 10, 2014

Kita (pemuda) vs Korupsi

  Permasalahan korupsi telah lama dikenal dalam peradaban manusia. Ribuan tahun lamanya manusia disulitkan dengan permasalahan korupsi tersebut, baik dalam sejarah Mesir, Babylonia, India, Cina, Yunani maupun Romawi Kuno. Sejarah mencatat bahwa pemuda memegang peran penting dalam membawa perubahan, tak heran jika para pemuda mendapat julukan “Agent of Change”. Peristiwa Proklamasi di tahun 1945 tak lepas dari campur tangan pemuda. Chaerul Saleh, Sukarni, Sayuti Melik dan pemuda lainnya yang mendesak agar Proklamasi segera dilaksanakan sehingga Bangsa Indonesia lepas dari belenggu penjajah saat itu. Pemuda generasi ’45 telah memberikan sebuah teladan yang berarti dalam meraih kemerdekaan secara konstitusional dan terakui, tapi kemerdekaan secara penuh belum kita peroleh dikarenakan berbagai banyaknya pihak-pihak yang ingin Indonesia hancur. Pemuda juga selalu siap untuk maju kedepan jika ternyata pemegang amanat rakyat tidak menjalankan amanatnya dengan baik. Orde Baru ditumbangkan oleh kekuatan pemuda dan mahasiswa sehingga melahirkan Era Reformasi seperti sekarang ini.

   Negara kita sekarang menghadapi iklim kleptorasi dimana kaum oligarki berkuasa demi menjual Negara Indonesia tercinta ini, yang kita hadapi adalah kurawa-kurawa! Kita yang muda-muda ini yang kelak akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dari para pemimpin saat ini. Sebelum masa itu tiba, hendaknya kita mempersiapkan diri menjadi pemuda yang berkepribadian dan berakhal baik, jujur dan amanah. Pemuda harus lebih mawas diri dan mengerti masalah-masalah yang dihadapi Indonesia saat ini, sehingga kelak kita bisa belajar dari kesalahan di masa sekarang dan masa lampau demi membawa perubahan positif bagi Indonesia di masa depan. Masalah yang kita hadapi saat ini bukan masalah baru masalah itu adalah “Korupsi” masalah ini ada dimasa lampau dimana di masa Kolonial Belanda terdapat sebuah kongsi dagang bernama VOC, Organisasi tersebut hancur karena korupsi. Korupsi telah menghancurkan banyak Negara di dunia ini. Perlu kita ketahui bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan The Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) di tahun 2014 Indonesia menempati peringkat ke 64 negara dengan kasus Korupsi terbanyak di dunia, dari seluruh penelitian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkemuka, Indonesia selalu mendapatkan raport merah.
 
   Mirisnya lagi korupsi di Indonesia tidak dianggap suatu pelanggaran hukum bagi pelakunya melainkan mereka anggap sebagai sebuah kebiasaan. Dan tentu saja kita tidak ingin Indonesia yang dibangun dengan iuran darah, iuran tenaga, iuran pikiran serta iuran dana hancur begitu saja karena korupsi. Perilaku korupsi termasuk kejahatan “White Collar Crime” atau kejahatan kerah putih dan tergolong kejahatan berat, lebih sederhananya kejahatan ini sering dilakukan pejabat publik atau para elit-elit. Menurut Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah: Setiap orang yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Inti korupsi adalah penyalahgunaan kepercayaan untuk kepentingan pribadi, Penerapan sistem Demokrasi yang kurang dipahami oleh para aparatur dan pejabat negara membuat mereka lebih leluasa melakukan tindak korupsi apalagi didukung dengan pengawasan dari Lembaga Yudikatif yang lemah dan hukum Indonesia yang kurang ditegakkan.
 

    Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat. Pemuda harus mampu melawan keluarganya yang korupsi, saudaranya yang korupsi, paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi. Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi. Mencontek di sekolah pada saat ujian juga merupakan salah satu tindakan korupsi yang tidak kita sadari, tahukah bahwa korupsi seringkali diawali oleh kecurangan sekecil apapun itu. Seringkali kita melakukan korupsi waktu dengan cara datang tidak tepat waktu sehingga menyebabkan tidak disiplin dan kurang menghargai waktu, atau kasus lain seperti ketika berkendara dan ditilang ia harus mampu untuk tidak menyuap Polantas, tidak menyogok aparatur negara dalam mempercepat urusan pelayanan, melaporkan yang korup, dan lain sebagainya. Pendidikan Karakter Bangsa adalah hal wajib yang harus ada dalam jiwa para pemuda dalam melawan korupsi. Selain itu ada syarat lainnya, yakni pemuda harus mampu menerapkan dan mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam

    Pancasila, kedua hal tersebut akan bermuara pada kesadaran hukum yang akan dimiliki para pemuda nantinya. Jika hal tersebut dapat dilakukan oleh para pemuda maka kekuatan pemuda akan menjadi penghalang utama bagi koruptor-koruptor yang merugikan keuangan negara dan memiskinkan warga Negara Indonesia. Jika kita ingin menjadi aktivis anti korupsi sejak muda mungkin kita bisa bergabung dengan organisasi atau pegiat anti korupsi seperti Komunitas Pemuda Anti Korupsi (KPAK). Perlu kita ketahui bersama, korupsi sebenarnya adalah gejala, penyakitnya adalah defisit integritas. Kita lihat para elit-elit diatas sana. Secara pendidikan mereka tak diragukan lagi, mereka cerdas, pintar dan intelektualnya tinggi-tinggi namun mengapa mereka sampai hati melakukan korupsi, karena integritas mereka rendah dan dikuasai oleh hasrat yang membabi buta, hasrat ingin memperkaya dirinya sendiri bahkan sanak saudara. Marilah kita menjadi pemuda yang berintegritas dan bersinergi, cukuplah korupsi itu kita berantas akarnya hanya sampai generasi kita saja sehingga kelak anak cucu kita tak mengenal apa itu Korupsi. Akan ada suatu masa dimana saat kita bertanya pada anak cucu kita “Nak, apakah kau tahu apa itu korupsi?” dan anak cucu kita akan bertanya balik “Apa itu Korupsi? Hewan purba apalagi itu?” Itulah dimana masa korupsi tidak ada dan sudah hilang dari masyarakat Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com